Serdadu…

Biarkanlah lilin itu menyala dengan terangnya…
Biarkanlah merpati itu terbang membawa kabar gembira…
Biarkanlah alam bersenandung dengan indah…
Biarkanlah mentari mulai memerah…
 .
Biarkanlah langkah kecil itu terhenti…
Biarkanlah nafas itu sejenak berganti…
Biarkanlah dimensi kosong itu tak lagi terisi…
Biarkanlah kaki kaki itu tak lagi berdiri…
 .
aku adalah serdadu..
menunggang kuda dengan pedang di sisi kiriku…
mengaku seorang Ksatria yang tangguh…
tapi aku adalah serdadu…
yang bukan seorang Ksatria tangguh…
berlari ke garis terdepan dengan hanya sebutir peluru..
tamengku adalah tubuh..
yang siap di runtuhkan musuh…
 .
tapi aku adalah serdadu,
yang berlari di ujung ufuk seorang diri, tegak berdiri dengan tameng tubuhku, dengan hanya sebutir peluru…
perjuanganku adalah nyata dan mimpiku adalah doa…
 .
deru angin menerpa di ujung ufuk yang memerah….
mentari menyengat tubuh yang lelah…
dahaga tak lagi bisa tertahan lama…
derap kaki perlahan melangkah di bumi yang membara…
 .
aku akan tetap melangkah…
dengan atau tanpa senjata…
mata ku akan tetap terjaga..
tamengku akan tetap tegak tak menyerah…
 .
inilah aku yang hanya serdadu…
akan terus menegakkan kepala menatap kemenangan dengan sebutir peluru…
untuk kuraih pedang sang ksatria yang tangguh…
 .
dan kelak inilah aku…
Serdadu dengan pedang disisi kiriku…
 .
(MSA)

12 Desember 2009

15:16 WITA Tanjung Redep Kalimantan Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *