Pantai Nala Dan Seorang Tukang Ojek (PART 1)

BENGKULU. Hari ini hari yang dinantikan oleh seorang sahabat Ihwan Ghazali ST. M.Eng. (Begitu gelarnya yang disebutkan dalam proses akad nikah, MC sempat menyebutkan M.Eng dengan Manajemen Engineering… 😀 ). Yah.. Makhluk yang AKHIRNYA benar benar menjadi penerima beasiswa internasional ini akan meminang wanita pujaan hatinya tercinta (akhirnya setelah melalang buana jadi playboy.red peace ^^ ) yang bernama Meida ST (maaf maaf lupa nama lengkapnya.. :p ) panggilan nya Pipit (sumber : Group Nasyid) sedangkan ihwan panggilannya Wawan (sumber : Group Nasyid)…

Oleh karena itulah, aku menyempatkan untuk terbang langsung setelah menempuh perjalanan Berau-Balikpapan-Jakarta. Sampai pukul 11:30 wib, langsung menuju loket Lion Air dengan jadwal Jakarta Bengkulu pukul 13:00 wib delayed sampai pukul 15:00 wib. Ah, kalo tau delayed lebih baik menyempatkan makan bareng dengan 2 mahasiswa Tugas Akhir (yang tiada berakhir sampai saat ini..hehe ) bernama Vince dan Anang. Tapi yasudahlah bukan rezeki mereka (harus bayar sendiri 😀 ).

Capek yang kurasakan menjadi tidak penting disaat persahabatan itu tidak mengenal batas ruang dan waktu. Fly to bengkulu! 🙂

Sampai di Bengkulu pukul 16:00 wib. Langsung memesan tiket Bengkulu-Jakarta untuk tanggal 7 Nov pukul 19:05 wib dengan alasan jadwal ini harga paling murah. Kabar buruknya Lion air always delayed, bahkan seorang bapak di bandara menyebutkan “Biasanya delayed sampai pukul 21:00 wib mas…”

*speechless* okai tidak papa, walaupun sebenarnya tidak menyukai perjalanan udara di malam hari apalagi dibumbuhi dengan DELAYED….

Semuanya beres. Langsung menuju hotel berharga 100.000 per malam. Tanpa AC dan bak air yang bocor, sehingga sewaktu diisi penuh satu jam kemudian terlihat kering. Yah gak papalah.

Malam hari, sibuk mencari kado untuk keduamempelai. Ini amanah dari Keluarga Besar Joint Program Batch 2. Sibuk membungkus kado dengan kertas kado bercorak Panda yang pagi hari nya saya baru sadar ternyata dari tulisan sepertinya ini kertas kado untuk Kado Ulang Tahun. Hahahahaha. Yah gak papalah.

Cara bungkusnya pun aneh, jauh dari rapih, pemotongan kertas menggunakan Kartu ATM MANDIRI (Promosi.red), tapi prinsipnya yang penting kado terselimuti oleh kertas kado, jadi surprise juga waktu dibuka. Ini bukan excuse! 😀

Okai it’s time for TIDUR!! (21:00 wib)

Bangun pagi (maklum saya bukan kalong seperti Achi-Ayi-Tatag dll, tapi saya ayam jago yang bangun pagi..hwehehe..) pukul 03.30 wib. Pagi buta dimulai dengan memindahkan data dari HP ke Laptop. Data dari Automatic Water Level Recorder dan Automatic Rain Gauge yang dipasang di Berau. Ada 14 SMS, maklum di turn off selama 1 hari penuh, berisikan data data pemantauan.
Hmmm belum ada hujan yang hebat di Catchment Ukud area pertambangan ini. Belum menarik untuk di analisis. Debit rata-rata sungai ini hanya 0,666 m3/detik.

Lebih baik kita dengarkan berita pagi. :p

Merapi masih menjadi berita yang memilukan. Semoga Allah segera mengakhiri ujian ini. Ammin. Saya hanya khawatir iman kita tidak terlalu kokoh untuk bertahan dalam ujian Allah. Semoga saya salah.

Saatnya bersiap siap ke BUMI AYU!

Semua sudah siap. Pakai baju seadanya, sepatu seadanya. Oiya lupa bawa sisir, sisir dari Hotel Derawan di Berau juga lupa dicolong, padahal lumayan gratisan…. Hihi…. yah sisir 10 jari cukup…. 😀

Langsung check out. Titip tas di lobi hotel. (Biar hemat.red).
Langsung naik OJEK menuju BUMI AYU. Tidak lupa KADO yang lumayan repot bawaknya.

Oppss mampir dulu makan lontong padang. Hmm nyami… memang Makanan PADANG is the best!.. J) Tertulis besar di depan warung padang yang saya kunjungi “BUFFET PADANG”.
Keren! 😀

……Bersambung…….

– Selamat menikmati Kuliner PADANG –
SALAM RENDANG

Sonny

(14:00 wib Lobi Hotel, Bengkulu, 07 November 2010 )



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *