Aceh

Museum Tsunami Aceh

 

“Dan Seribu Malaikat yang mengungkung bukit mengucap nama Mu.. Seribu malaikat yang mengungkung bukit melesat ke atas langit… Kembali! Semua urusan sudah usai. ” – Epiloq Hafalan Salat Delisa, D untuk Delisa

Sebuah epilog yang sangat menyentuh dari novel Hafalan Salat Delisa. Bagiku ini adalah novel yang luar biasa dasyat, yang menggambarkan dasyatnya bencana Tsunami Aceh pada tahun 2004 silam, memisahkan ratusan bahkan ribuan keluarga, sebuah ujian yang akan menjadi kenangan tak terlupakan bagi anak cucu bangsa Indonesia…. Sebuah kejadian alam yang melukiskan kemahadasyatan Nya… Dia yang sedang menunjukkan bahwa hanya Dia yang Maha Berkuasa atas segala yang terjadi di muka bumi ini…

Hari ini, 14 Juni 2016, kesempatan pertama ku menginjakan kaki di tanah rencong. Rasanya sudah sekian lama tidak melakukan perjalanan jauh menggunakan pesawat, beban disertasi ternyata memang menjadi “penjara” tersendiri untuk meng-explore Indonesia. Kumulai perjalanan jauh kembali ditengah jadwal sidang tertutup 20 Juni 2016 nanti. Dengan menggunakan Garuda penerbangan pertama pukul 06.20 WIB, perjalanan ke Banda Aceh ku lakukan bersama seorang rekan dari Ganeca Environmental Services, Prasetyo. Perjalanan ke lapangan di Bulan Ramadhan memang menjadi sedikit ujian tersendiri. Sampai di Bandara pukul 03.30 WIB dini hari, langsung tertuju pada restauran yang buka untuk santap sahur. Tidak banyak memang restauran yang buka 24 jam di Bandara Soekarno Hatta. Alhamd, ada restauran padang yang tetap buka…

Begitulah… Saatnya menjelajah Indonesia… Mengabdikan diri, Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater…

salam

Soekarno Hatta International Airport, 14 Juni 2016

Monday, June 13, 2016

7:50 PM


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *